LUBUKLINGGAU – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lubuklinggau menetapkan sejumlah program strategis untuk periode kepengurusan 2026–2031 melalui Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Ruang Jasmin Hotel Smart Lubuklinggau, Rabu (7/10/2026), sebagai langkah memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas kader, mendorong kemandirian ekonomi umat, serta memperluas kontribusi NU bagi kemaslahatan masyarakat dan pembangunan Kota Lubuklinggau.
Muskercab mengusung tema “Transformasi Jam'iyyah Menuju Kemandirian Umat dan Kemaslahatan Kota Lubuklinggau.” Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus penyusunan arah gerak PCNU Kota Lubuklinggau selama lima tahun ke depan.
Sejumlah program prioritas dibahas melalui sidang komisi, meliputi penguatan organisasi dan kaderisasi, pendidikan, dakwah dan budaya, pemberdayaan ekonomi umat, sosial dan kesehatan, hingga rekomendasi kebijakan publik.
Pada bidang organisasi dan kelembagaan, PCNU mendorong penguatan tata kelola organisasi mulai dari tingkat PCNU, MWCNU, Ranting, Lembaga hingga Badan Otonom (Banom).
Kaderisasi juga menjadi salah satu perhatian utama melalui pengkaderan secara berjenjang dan berkelanjutan, termasuk kaderisasi PDPKPNU.
Selain itu, konsolidasi organisasi akan diperkuat melalui pertemuan setiap tiga bulan yang membahas evaluasi program, laporan kegiatan dan keuangan, agenda bersama, serta berbagai persoalan organisasi.
Di bidang pendidikan, dakwah dan budaya, Muskercab menempatkan penguatan amaliah serta syiar Nahdlatul Ulama sebagai salah satu agenda utama.
Sejumlah program yang didorong antara lain peringatan Harlah NU, Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Lailatul Ijtima, pelatihan hadroh dari ISHARI, rutinan JQH, serta Maulid Al-Barzanji.
PCNU juga menargetkan peningkatan pemahaman Aswaja An-Nahdliyah, kaderisasi generasi muda NU, pengembangan madrasah dan sekolah NU, penguatan pesantren, pemetaan dakwah, serta pengembangan dakwah melalui media sosial dan media digital.
Sesuai tema Muskercab, kemandirian ekonomi umat menjadi salah satu fokus utama program PCNU Kota Lubuklinggau.
PCNU mendorong penguatan LAZISNU, pengembangan unit usaha, pelatihan keterampilan usaha dan UMKM, pembentukan jaringan UMKM Nahdliyin, serta pendataan pelaku UMKM dari kalangan warga NU.
Selain itu, direncanakan penguatan jaringan donatur untuk mendukung pembangunan dan berbagai program organisasi NU.
Di bidang sosial dan kesehatan, program kemaslahatan masyarakat juga menjadi bagian dari agenda, antara lain melalui kegiatan bakti sosial, bantuan bagi masyarakat terdampak bencana, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Muskercab juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pembentukan panitia pembangunan Masjid Citra Nur Hidayah Nahdlatul Ulama, penggalangan donatur, pembentukan panitia Hari Santri Nasional, pengembangan pendidikan NU dan pesantren, serta pembangunan NU Center di atas tanah wakaf NU.
Dalam hubungan kelembagaan, PCNU juga diarahkan untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Lubuklinggau dan mendorong keterlibatan NU dalam pembangunan daerah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan keagamaan, penanggulangan masalah sosial, serta penguatan kerukunan masyarakat.
Seluruh program tersebut kemudian dipetakan ke dalam agenda jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar pelaksanaan program PCNU lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Lubuklinggau, Kyai Anisul Fuad, mengatakan seluruh rangkaian sidang Muskercab berjalan dengan baik dan lancar.
Menurutnya, program kerja yang telah dibahas dalam persidangan telah disepakati bersama dan akan menjadi pedoman dalam menjalankan roda organisasi PCNU Kota Lubuklinggau periode 2026–2031.
“Sidang Muskercab berjalan dengan baik dan lancar, dan program kerja telah disepakati bersama. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik dalam kepengurusan PCNU Kota Lubuklinggau 2026–2031.”
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdlatul Ulama untuk memperkuat kebersamaan dalam menjalankan berbagai program yang telah disepakati.
“Mari bekerja sama untuk menjalankan amaliah-amaliah NU, untuk berkhidmat kepada NU.”
Muskercab PCNU Kota Lubuklinggau diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan program di atas kertas, tetapi menjadi pijakan untuk menghadirkan kerja nyata NU di tengah masyarakat.
Semangat transformasi jam'iyyah diarahkan pada penguatan organisasi, peningkatan kualitas kader, kemandirian ekonomi, serta pelayanan sosial yang bermuara pada kemaslahatan umat dan kemajuan Kota Lubuklinggau.
(*)





