MANDAILING NATAL – Warga Desa Sopobatu, Kecamatan Panyabungan Kabupaten, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mengeluhkan kondisi jalan desa yang hingga kini masih memprihatinkan. Kerusakan jalan disebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan belum mendapatkan pembangunan maupun perbaikan yang layak dari pemerintah.
Pantauan warga pada Jumat (25/9/2026), kondisi badan jalan tampak rusak parah, dipenuhi lubang, becek, serta genangan air. Kondisi tersebut semakin menyulitkan masyarakat ketika hujan turun. Karena tak kunjung mendapat penanganan, warga terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya untuk menjaga agar akses jalan masih dapat digunakan.
Warga menyebut persoalan tersebut bukan baru terjadi. Selama bertahun-tahun, masyarakat telah menyampaikan kondisi jalan kepada pihak terkait dan berharap adanya perhatian pemerintah daerah. Namun, hingga kini janji perbaikan yang pernah disampaikan belum terealisasi sebagaimana yang diharapkan.
Sahdan, salah seorang warga setempat, mengaku kecewa terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, kerusakan jalan sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama anak-anak sekolah yang harus melewati jalan tersebut.
“Kami sangat kecewa dengan janji-janji yang selama ini disampaikan. Jalan ini sudah lama rusak dan sampai sekarang belum ada perbaikan yang layak. Ketika hujan, jalan menjadi licin, berlumpur dan penuh genangan air,” ungkap Sahdan.
Ia berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji, tetapi segera melakukan langkah nyata dengan memperbaiki akses jalan yang menjadi salah satu jalur penting bagi aktivitas masyarakat Desa Sopobatu.
Keluhan yang sama juga disampaikan sejumlah warga lainnya. Mereka menilai kerusakan jalan bukan hanya berdampak terhadap aktivitas pendidikan, tetapi turut menghambat roda perekonomian masyarakat. Hasil bumi yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga kerap mengalami kendala saat hendak diangkut keluar akibat buruknya kondisi jalan.
Bagi masyarakat, pembangunan jalan bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut akses pendidikan, mobilitas warga dan kelancaran distribusi hasil pertanian. Karena itu, warga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius dan memasukkan perbaikan jalan tersebut sebagai bagian dari prioritas pembangunan.
Warga juga berharap ada kejelasan dari pemerintah terkait kapan perbaikan jalan akan direalisasikan. Mereka meminta agar aspirasi masyarakat tidak berhenti pada janji, tetapi diwujudkan dalam bentuk pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
(Abdul)





