• Jelajahi

    Copyright © Lensasiber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Sports

    Oku Selatan

    Dugaan Penyelewengan Dana BOS di SDN 381 Tabuyung Menguat, Kepala Sekolah Disorot

    Lensasiber.com
    Saturday, June 6, 2026, 19:58 WIB Last Updated 2026-06-06T12:58:01Z

    MANDAILING NATAL – Dugaan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mencuat di lingkungan pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina). SD Negeri 381 Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, kini menjadi sorotan setelah ditemukan indikasi kuat ketidaksesuaian antara laporan penggunaan anggaran dengan kondisi riil di lapangan.


    Berdasarkan hasil penelusuran tim investigasi terhadap dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun Anggaran 2024, SDN 381 Tabuyung tercatat menerima dana BOS sebesar Rp505.800.000. Anggaran tersebut dicairkan dalam dua tahap, masing-masing senilai Rp252.900.000.


    Namun, kejanggalan mulai terungkap pada laporan realisasi Tahap I. Dalam dokumen administrasi, anggaran tersebut dialokasikan ke sejumlah pos kegiatan dengan nilai yang cukup besar. Sayangnya, temuan di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh berbeda.


    Fasilitas perpustakaan sekolah dilaporkan tidak mengalami peningkatan signifikan, sementara kegiatan ekstrakurikuler siswa terpantau berjalan minim. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan besaran anggaran yang diklaim telah direalisasikan, yang mencapai puluhan juta rupiah.


    Kepala Sekolah SDN 381 Tabuyung, Ratna Sari, menjadi pihak yang paling disorot dalam dugaan ini. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon, yang bersangkutan tidak memberikan penjelasan substantif terkait dugaan tersebut. Ia justru meminta tim investigasi untuk datang langsung ke sekolah tanpa memberikan klarifikasi awal.


    Sikap tersebut dinilai tidak mencerminkan transparansi dalam pengelolaan anggaran publik, terlebih dana BOS merupakan anggaran negara yang diperuntukkan bagi peningkatan mutu pendidikan.


    Dugaan penyimpangan ini tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung terhadap hak belajar siswa di wilayah Kecamatan Muara Batang Gadis.


    Masyarakat serta pemerhati pendidikan setempat mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal dan aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut.


    Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi masih berupaya mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak Kepala Sekolah guna memastikan kebenaran dugaan tersebut.


    (Abdul hakim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini