• Jelajahi

    Copyright © Lensasiber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Sports

    Oku Selatan

    TANTANGAN UNTUK KAPOLRES MERANGIN: Berani Sita Excavator SANY Diduga Milik Oknum Kades "Bendil" di Titian Teras?

    LENSASIBER
    Monday, October 5, 2026, 13:25 WIB Last Updated 2026-10-05T08:49:03Z

    MERANGIN, JAMBI - Lagi dan lagi! Dugaan keterlibatan oknum Kepala Desa dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin kembali mencuat dan semakin masif. Kali ini, seorang oknum Kades di wilayah Trans SPC Tembulu, Tabir Selatan, diduga kuat menjadi pemodal dan pemilik alat berat yang merusak alam di Desa Titian Teras, Kecamatan Batang Masumai.


    Informasi yang dihimpun tim Lensasiber.com di lapangan, Senen (05/10/2026), aktivitas PETI menggunakan alat berat Excavator merk SANY terlihat jelas beroperasi tepat di belakang Sekolah SPMA Titian Teras.


    Miris, aktivitas penghancuran lingkungan itu dilakukan terang-terangan di area pendidikan. Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya membeberkan kepada media ini, alat berat tersebut diduga milik oknum Kades dari daerah SPC Tembulu yang kerap disapa "Bendil".


    "Alat SANY yang di belakang SPMA itu punya Bendil, Kades di SPC Tembulu itu bang," ungkap sumber terpercaya Lensasiber di lokasi.


    Dugaan keterlibatan oknum Kades Bendil ini menambah panjang daftar pemangku kepentingan yang diduga bermain dalam bisnis haram PETI di Merangin. Sebelumnya, sejumlah oknum juga diduga menjadi beking dan pemodal.


    Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Titian Teras, Hukmi, mengklarifikasi bahwa dirinya tidak mengetahui sama sekali terkait kehadiran alat berat diduga milik oknum Kades Bendil tersebut di wilayahnya.


    "Kalau terkait bahwa ada alat milik salah satu Kades (Bendil) saya tidak mengetahui sama sekali," ujar Kades Hukmi kepada http://Lensasiber.com.


    Hukmi juga menambahkan, masifnya aktivitas PETI di desanya, baik menggunakan alat berat maupun dompeng, semuanya di luar pengetahuannya.


    "Terkait banyaknya aktivitas ilegal PETI di Desa saya, semua itu di luar pengetahuan saya selaku Kades, namun langkah preventif atau pencegahan sudah saya lakukan namun semua di luar kemampuan saya, dan koordinasi dengan instansi kepolisian tetap terus kami jalankan," tutupnya.


    Sementara itu, operator alat berat SANY tersebut secara tidak langsung mengakui bahwa alat yang dikemudikannya memang milik Bendil.


    "Bos di rumah bang, alat tu rusak bang, lah 3 hari bang dan aku di rumah bos sekarang," ungkapnya singkat saat dikonfirmasi.


    Sangat disayangkan, hingga berita ini diterbitkan pada 05/10/2026, oknum Kades SPC Tembulu yang diduga pemilik alat berat, Bendil, belum dapat dikonfirmasi meskipun sudah berulang kali dihubungi melalui via WhatsApp. Pesan terlihat centang dua, namun bungkam.


    Kasus ini menjadi bukti bahwa perang terhadap PETI di Merangin tidak akan pernah tuntas jika para pemodal yang diduga berasal dari oknum pejabat desa sendiri tidak ditindak tegas oleh APH.


    (Tim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini