• Jelajahi

    Copyright © Lensasiber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Sports

    Oku Selatan

    Diduga Gunakan Excavator untuk PETI di Aek Manggis, Kapolres Madina Didesak Bertindak Tegas

    Lensasiber.com
    Monday, June 15, 2026, 19:08 WIB Last Updated 2026-06-15T12:08:18Z

    MADINA – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kali ini, dugaan penggunaan alat berat jenis excavator untuk mencari bongkahan emas di Desa Aek Manggis, Kecamatan Batang Natal, memicu reaksi keras dari masyarakat dan aktivis.


    Ketua LSM Tamperak Madina, M. Yakub Lubis, mendesak Kapolres Madina agar segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku PETI yang dinilai telah merusak lingkungan.


    “Informasi yang kami terima, aktivitas ilegal ini menggunakan excavator yang diduga milik seseorang berinisial Iwan. Kegiatan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan merusak lingkungan sekitar,” ujar Yakub kepada wartawan, Senin (15/06/2026).


    Yakub menegaskan, aparat penegak hukum tidak boleh tutup mata terhadap praktik ilegal tersebut. Ia berharap Kapolres Madina segera turun tangan dan menindak pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.


    “Kami meminta Kapolres Madina bertindak tegas. Apalagi beliau dikenal sebagai mantan penyidik KPK yang memiliki rekam jejak dalam penegakan hukum. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap aktivitas PETI ini,” tegasnya.


    Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, excavator yang digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal tersebut diduga milik Iwan dan hingga kini masih beroperasi di kawasan Desa Aek Manggis.


    “Kami berharap Kapolres tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum. Masyarakat mendukung penuh langkah tegas aparat demi menjaga lingkungan dan ketertiban di Madina,” pungkas Yakub.


    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan aktivitas PETI tersebut.


    (Abdul Hakim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini