PANYABUNGAN, MANDAILING NATAL – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memulai langkah strategis dalam mendongkrak ekonomi sektor pertanian melalui budidaya Sereh Wangi. Program ini diluncurkan dalam acara sosialisasi yang melibatkan perwakilan dari 9 kecamatan dan 27 desa di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Sabtu (25/04/2026).
Bupati Madina, Saipullah Nasution, menegaskan bahwa pengembangan komoditas Sereh Wangi ini istimewa karena tidak membebani anggaran pemerintah (APBD). Program ini dijalankan melalui skema kemitraan dengan pengusaha yang bertindak sebagai "bapak angkat".
"Pengembangan ini murni dukungan dari pengusaha sebagai bapak angkat. Kami berharap program ini berjalan berkesinambungan sehingga menjadi sumber pendapatan baru yang stabil bagi masyarakat," ujar Bupati Saipullah.
Sebagai langkah awal, Bupati telah menginstruksikan Dinas Pertanian untuk segera melakukan pemetaan karakteristik lahan. Hal ini krusial guna menentukan varietas Sereh Wangi yang paling adaptif dengan kondisi tanah di masing-masing wilayah agar hasil produksi maksimal.
Plt. Kadis Pertanian Madina, Taufik Zulhandra Ritonga, menjelaskan bahwa pada tahap perdana ini, terdapat 9 kecamatan yang dilibatkan, di mana masing-masing kecamatan mengutus 3 desa percontohan.
"Target awal untuk 9 kecamatan ini adalah penyediaan lahan seluas 500 hektare. Setelah sosialisasi ini, kami akan melanjutkan dengan musyawarah di tingkat desa dan kecamatan untuk menentukan luas hamparan serta menyepakati tata cara budidaya," jelas Taufik.
Taufik juga menambahkan bahwa meski fokus saat ini berada di 9 kecamatan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan ekspansi ke wilayah lain di Mandailing Natal jika proyek percontohan ini menunjukkan hasil yang positif.
Program ini diharapkan menjadi solusi bagi pemanfaatan lahan produktif di Madina serta memperkuat posisi kabupaten sebagai salah satu penghasil minyak atsiri potensial di Sumatera Utara.
(Abdul hakim)




