• Jelajahi

    Copyright © Lensasiber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Sports

    Oku Selatan

    Kapolda Jambi Perintah Razia PETI, Tapi Fakta Lapangan Bicara Lain!! Jejak Hitachi & Zoomlion di Sungai Tebing Untuh, BD Alias Budi Diduga Kuasai PETI Rantau Alai!

    LENSASIBER
    Monday, November 2, 2026, 18:07 WIB Last Updated 2026-11-03T10:47:38Z

    Merangin, Jambi - Kapolda Jambi tengah gencar-gencarnya memerintahkan jajaran untuk melakukan razia besar-besaran terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di seluruh penjuru Provinsi Jambi.


    Meskipun mobilitas personil terus dikerahkan ke lapangan, fakta di lapangan justru berbanding terbalik! Aktivitas ilegal tersebut semakin tak terbendung!


    Hasil penelusuran langsung Tim Lensasiber.com di lapangan, Senin (02/11/2026), membuktikan betapa brutalnya mobilisasi alat berat excavator ke Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Jambi.


    Jumlah excavator yang beroperasi di wilayah Batang Masumai kini telah mencapai RATUSAN UNIT! Fakta yang benar-benar mencengangkan, memprihatinkan, dan seolah menantang perintah Kapolda Jambi!


    Fakta di lapangan yang dapat diverifikasi, beberapa alat berat bermerek Hitachi dan Zoomlion yang memporak-porandakan ekosistem alam di Desa Rantau Alai, Kecamatan Batang Masumai, diduga kuat dikendalikan oleh BD alias Budi, warga Desa Tambang Besi, Kecamatan Batang Masumai.


    Budi bersama rekan-rekannya melakukan aktivitas haram PETI secara masif di Desa Rantau Alai, tepatnya di lokasi Sungai Tebing Untuh. Aktivitas ini tidak hanya merusak ekosistem alam, namun juga mengancam abrasi parah dan bencana lingkungan di desa setempat.


    Ironisnya, di saat Polda Jambi gencar razia, alat berat milik BD alias Budi justru semakin leluasa mengeruk bumi Rantau Alai.


    Masyarakat setempat menyampaikan keluhan keras di depan awak media ini. Aktivitas PETI yang dilakukan Budi warga Desa Tambang Besi tersebut sangat meresahkan.


    Aktivitas itu mengancam saluran pipanisasi air bersih masyarakat yang bersumber langsung dari sungai tersebut.

    "Kami sangat mengkhawatirkan dengan adanya aktivitas di sekitar pipanisasi air bersih masyarakat, tidak menutup kemungkinan pipanya yang akan pecah atau rusak dan airnya terancam akan tercemar, sebab sumber air tersebut adalah kebutuhan pokok masyarakat kami," ungkap warga yang enggan namanya dicatut dalam pemberitaan ini.


    Warga juga berharap keras kepada pemerintah desa maupun Aparat Penegak Hukum (APH) agar dapat melakukan pencegahan atas kerusakan dan pencemaran tersebut. Jika perlu, aparat dengan tegas mengambil tindakan hukum.


    "Jika dibiarkan, desa kami yang hancur. Kami minta APH jangan tutup mata! Perintah Kapolda harus dibuktikan di lapangan, bukan hanya di atas kertas!" Tegas sumber menutup dengan nada geram.


    Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pihak-pihak yang dapat dikonfirmasi, meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan kepada BD alias Budi yang diduga sebagai pengendali PETI tersebut.


    Tim http://Lensasiber.com mendesak Polres Merangin dan Polda Jambi untuk segera membuktikan komitmen razia PETI di Batang Masumai. Redaksi membuka ruang hak jawab.


    (A.Yani)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini