• Jelajahi

    Copyright © Lensasiber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Sports

    Oku Selatan

    Tudingan Penyelewengan Dana HUT RI dan MTQ Dibantah, Panitia Tegaskan Pengelolaan Anggaran Transparan

    LENSASIBER
    Monday, August 24, 2026, 17:20 WIB Last Updated 2026-08-25T03:17:36Z

    MERANGIN, JAMBI - Tudingan adanya penyelewengan dana kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Kecamatan Renah Pembarab, Kabupaten Merangin, akhirnya mendapat bantahan dari pihak terkait.


    Miswatul Hasanah, selaku Ketua TP-PKK Kecamatan Renah Pembarab sekaligus istri Camat Renah Pembarab, Agus, menegaskan bahwa tidak ada penyalahgunaan anggaran dalam pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut. Menurutnya, munculnya isu negatif diduga dipicu oleh persoalan internal di tubuh kepanitiaan.


    Miswatul menjelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan, dirinya memang turut mengambil peran dalam mengatur sejumlah kebutuhan, mulai dari perlengkapan, akomodasi hingga konsumsi. Langkah tersebut, kata dia, dilakukan semata-mata untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.


    Namun, ia menegaskan pengaturan tersebut tetap dilakukan dengan melibatkan anggota panitia dan tidak dimaksudkan untuk menutup akses maupun kewenangan pihak lain.


    “Kalau ado bahaso ratusan juta dana sumbangan yang kami terimo, itu tidak benar. Namun kami tidak menyanggah bahwa memang ada sumbangan dari masyarakat Kecamatan Renah Pembarab, seperti dari Kepala Desa yang ada di kecamatan kami,” ujar Miswatul Hasanah, Senin (24/8/2026).


    Bantah Isu Sumbangan Ratusan Juta

    Miswatul juga meluruskan informasi mengenai adanya dugaan penerimaan sumbangan dalam jumlah ratusan juta rupiah. Ia memastikan informasi tersebut tidak benar.


    Menurutnya, memang terdapat bantuan atau sumbangan dari masyarakat dan para kepala desa di Kecamatan Renah Pembarab. Namun, seluruh sumbangan tersebut masuk melalui panitia dan diketahui bersama.


    Ia menegaskan, tidak ada pengelolaan dana secara pribadi sebagaimana isu yang berkembang di tengah masyarakat.


    Dana Jambore PKK Disebut Bersumber dari APBDes

    Selain persoalan kegiatan HUT RI dan MTQ, Miswatul turut memberikan penjelasan mengenai pembiayaan kegiatan Jambore PKK Kecamatan Renah Pembarab.


    Menurutnya, anggaran kegiatan tersebut telah dialokasikan melalui APBDes masing-masing desa se-Kecamatan Renah Pembarab.


    “Terkait dana kegiatan Jambore Kecamatan, semuanya sudah tercantum dalam APBDes desa-desa se-Kecamatan Renah Pembarab, dan peruntukannya sudah tertuang jelas dalam Rencana Anggaran Desa (RAB) masing-masing,” jelasnya.


    Ia menduga munculnya tudingan negatif terhadap dirinya berkaitan dengan kebijakan memperketat pengelolaan kegiatan.


    “Semua tudingan negatif terhadap saya ini mungkin dikarenakan orang tersebut merasa terganggu atas kepentingan pribadinya. Karena saya tahu sebelumnya di setiap kegiatan, baik HBN maupun MTQ di kecamatan pada tahun-tahun sebelumnya, diduga ada oknum panitia yang selalu mencari keuntungan pribadi,” ungkapnya.


    Menurut Miswatul, kondisi tersebut menjadi alasan dirinya ikut mengawasi pengelolaan kegiatan secara lebih ketat.


    “Maka kali ini saya betul-betul mengambil alih dan memantau manajemen secara ketat. Mungkin saja cara saya itu membuat oknum untuk mengambil atau mencari keuntungan pribadi tidak ada celah lagi,” tegasnya.


    APDESI Beri Apresiasi

    Sementara itu, Ketua APDESI Kecamatan Renah Pembarab, Seh Samad, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan di bawah kepemimpinan Camat Agus dan jajaran.


    Ia menyebut sejumlah kegiatan yang sebelumnya belum pernah dilaksanakan di tingkat kecamatan kini dapat terlaksana, salah satunya Jambore PKK.


    “Saya mewakili seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Renah Pembarab, sangat mengapresiasi. Sejak di bawah kepemimpinan Camat Agus ini, acara yang sebelumnya tidak pernah ada, kali ini diadakan seperti Jambore PKK,” kata Seh Samad.


    Menurutnya, pelaksanaan kegiatan HUT Kemerdekaan RI maupun MTQ juga dinilai telah berjalan sesuai harapan. Ia menambahkan, trofi dan piagam penghargaan bagi para peserta yang meraih juara telah diserahkan.


    “Kami sangat puas sekali, baik itu acara 17-an maupun acara MTQ. Menurut kami sudah terlaksana sesuai ekspektasi. Trofi dan piagam juga semua sudah diterima oleh peserta peraih peringkat juara,” ujarnya.


    Kades Akui Ada Sumbangan, Sebut Inisiatif Bersama

    Seh Samad juga membenarkan adanya sumbangan dari para kepala desa. Namun, menurutnya, sumbangan tersebut bukan karena adanya paksaan, melainkan merupakan inisiatif para kepala desa untuk membantu kelancaran kegiatan.


    “Terkait adanya sumbangan dari kami Kepala Desa, itu semua adalah inisiatif kami selaku Kepala Desa se-Kecamatan Renah Pembarab untuk menyumbang sedikit rezeki kami demi kelancaran acara tersebut,” jelasnya.


    Ia mengatakan, kontribusi serupa juga pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, anggaran yang tersedia dari pihak kecamatan sebesar Rp7,5 juta dinilai tidak mencukupi untuk membiayai seluruh rangkaian kegiatan.


    “Karena tahun-tahun sebelumnya kami kepala desa juga menyumbang dan kami tahu dana yang disediakan oleh kecamatan hanya Rp7 juta 500 ribu, tentu tidak cukup,” imbuhnya.


    Dengan adanya penjelasan dari pihak terkait, panitia berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan atas isu yang berkembang. Pihak panitia juga menyatakan siap membuka dokumen dan laporan pertanggungjawaban kegiatan apabila diminta oleh instansi yang berwenang.


    Keterbukaan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah untuk menjernihkan informasi sekaligus memastikan pengelolaan setiap anggaran kegiatan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.


    (Zam)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini