SINUNUKAN - Pemerintah Desa (Pemdes) Sinunukan II, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, resmi menetapkan arah kebijakan pembangunan desa yang berfokus pada pembenahan infrastruktur, penguatan ekonomi berbasis pertanian, dan peningkatan layanan kesehatan. Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung atas aspirasi warga dalam Musyawarah Desa terkait dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) periode 2025–2026.
Kepala Desa Sinunukan II, Syahputra Rangkuti, menyatakan bahwa program kerja tahun ini dirancang khusus untuk memecahkan masalah mendasar warga, seperti akses jalan yang rusak, keterbatasan air bersih, belum meratanya , serta penguatan ekonomi pascapandemi bagi para kelapa sawit. Pembangunan ini dibiayai melalui integrasi anggaran dari Dana Desa, Alokasi Dana Desa (ADD), Bantuan Pemkab Mandailing Natal, serta Swadaya Masyarakat.
"Fokus utama kami adalah membuka isolasi ekonomi warga. Jalan poros desa dari Kantor Desa menuju Dusun I, II, dan III sepanjang kurang lebih 2,8 kilometer akan kita upayakan dicor beton (rabat beton). Infrastruktur yang baik akan memangkas biaya angkut hasil panen kelapa sawit, karet, dan padi milik warga menuju pasar," ujar Syahputra Rangkuti dalam keterangannya.
Selain akses jalan, Pemdes Sinunukan II memberikan perhatian serius pada sektor fasilitas umum melalui pembangunan drainase pencegah banjir, renovasi Kantor Desa, Balai Warga, serta perbaikan sarana ibadah. Sektor penerangan jalan umum menggunakan lampu PLN dan panel surya juga dipasang di titik-titik terisolir demi keamanan lingkungan.
Di bidang kesehatan dan sosial, Pemdes Sinunukan II meluncurkan program akselerasi penurunan angka stunting (tengkes) dan pemantauan gizi ibu-anak. Program ini diintegrasikan langsung dengan perluasan jaringan pipa air bersih, pembangunan dua unit bak penampungan, sumur bor baru, serta pemberian bantuan jamban sehat menyasar 40 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu.
Layanan posyandu dasar turut ditingkatkan melalui optimalisasi insentif kader kesehatan dan penyediaan obat-obatan gratis. Guna menjaga jaring pengaman sosial, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa juga dipastikan tetap mengalir kepada sekitar 80 hingga 90 KK yang masuk kategori miskin ekstrem, lansia, dan difabel.
Sebagai desa yang bertumpu pada sektor agraris, intervensi ekonomi dilakukan lewat pembagian bibit karet unggul, bibit kelapa sawit, serta bantuan pupuk bagi kelompok tani. Pengolahan hasil panen ke depan akan dikelola secara profesional melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sinunukan II yang bergerak di bidang pemasaran bersama, unit simpan pinjam, dan usaha dagang desa.
Sektor pendidikan dan kepemudaan juga tidak luput dari anggaran RKPDes. Pemdes mengalokasikan bantuan perbaikan ruang kelas untuk mendukung fasilitas belajar di SMA Negeri 1 Sinunukan serta sejumlah SD di wilayah desa, lengkap dengan program beasiswa prestasi bagi anak kurang mampu serta pemberdayaan pemuda lewat Karang Taruna.
Melalui sinergi seluruh elemen dan transparansi pengelolaan anggaran, Pemdes Sinunukan II optimistis dapat mengubah potensi pertanian desa menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri, sehat, dan berdaya saing di tingkat kabupaten.
(Abdul hakim)




