PANYABUNGAN, MANDAILING NATAL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai melakukan langkah proaktif dalam menyongsong Pemilihan Umum Tahun 2029. KPU Madina
Menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Simulasi Penataan Daerah Pemilihan (DAPIL) dan Alokasi Kursi DPRD Kabupaten Mandailing Natal di Aula Kantor KPU Madina, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Mandailing Natal, Muhammad Ikhsan, dengan didampingi jajaran komisioner lainnya: Muhammad Yasir Nasution (Kadiv Teknis), Agus Salam (Kadiv Hukum), Ilu Prima Sagara (Kadiv Sosdiklih/SDM), dan Muhammad Al-Khotib (Kadiv Data).
Dalam arahannya, Muhammad Ikhsan menekankan pentingnya transparansi dan akurasi dalam penataan wilayah pemilihan guna memastikan hak suara masyarakat terakomodasi dengan adil.
Hadir sebagai narasumber, Muhammad Husien Lubis, SE., MM (Komisioner KPU Madina periode 2018-2023), memaparkan prinsip-prinsip krusial dalam penyusunan Dapil sesuai koridor peraturan perundang-undangan. Sementara itu, Kadiv Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Muhammad Yasir Nasution, memimpin sesi simulasi penataan Dapil dan alokasi kursi berdasarkan Data Agregat Kependudukan per-Kecamatan (DAK2) Tahun 2025.
"Melalui simulasi ini, kita ingin melihat potensi pergeseran atau pemetaan ulang yang paling ideal. KPU berharap sistem Pemilu 2029 mendatang menjadi lebih adil, representatif, dan berintegritas," ujar Yasir Nasution saat memaparkan simulasi tersebut.
FGD ini turut dihadiri oleh perwakilan Bawaslu Kabupaten Mandailing Natal, yakni Koordinator Divisi SDM dan Organisasi (Adelin Putra) serta Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa (Asrizal Lubis). Selain itu, para pimpinan Partai Politik tingkat kabupaten dan jajaran Sekretariat KPU Madina juga hadir memberikan masukan dalam diskusi tersebut.
Penataan Dapil merupakan salah satu tahapan krusial yang menentukan kualitas representasi rakyat di parlemen daerah. Hasil dari FGD dan simulasi ini akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan peta politik elektoral di Mandailing Natal untuk periode mendatang.
(Abdul hakim)




