PANYABUNGAN, MANDAILING NATAL - Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa tahun 2026, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Panyabungan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal menggelar Festival Seni dan Sastra SMAN 3 Panyabungan 2026. Acara internal yang diikuti oleh perwakilan antar-kelas ini dirancang sebagai ruang ekspresi, kreativitas, sekaligus wadah utama untuk memupuk bakat, mencari bibit unggul, dan menyalurkan hobi para siswa di bidang seni dan sastra. 15/10/2026.
Kepala SMAN 3 Panyabungan menyampaikan bahwa festival ini mengusung semangat penggalian potensi diri dan pelestarian budaya lokal. Melalui kegiatan ini, suasana lingkungan sekolah diubah menjadi panggung apresiasi yang penuh warna dengan menghadirkan kompetisi yang dinamis, edukatif, dan menghibur.
Terdapat 6 cabang lomba utama yang dikompetisikan dalam festival internal ini, yaitu:
Vocal Solo (Putra & Putri): Ajang pembuktian bakat olah vokal, teknik bernyanyi, dan penghayatan lagu siswa.
Gitar Solo: Menampilkan kemahiran teknik petikan, ketepatan ritme, dan keharmonisan melodi akustik/klasik.
Musikalisasi Puisi: Sinergi memukau yang memadukan bait sastra dengan harmoni nada yang menyentuh.
Monolog Panggung: Pengujian olah peran, kontrol vokal, dan kedalaman karakter individual di atas panggung.
Tari: Menampilkan keindahan gerak, kontinuitas koreografi, dan kekuatan ekspresi tubuh melalui ragam tarian (baik kreasi maupun tradisi).
Musik Tradisional: Wadah pelestarian budaya dan penguatan kearifan lokal melalui permainan instrumen musik tradisional dengan komposisi ritmis yang kaya.
Festival ini memiliki beberapa tujuan strategis bagi perkembangan karakter siswa, di antaranya adalah penguatan literasi bahasa dan sastra untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia maupun daerah. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah ekspresi bakat kreatif, pelestarian kearifan lokal, serta pembentukan karakter yang kreatif, percaya diri, dan memiliki kecerdasan emosional yang baik.
Melalui semangat kompetisi yang sehat dan sportif (fair play), festival ini diharapkan dapat mengedukasi siswa tentang arti penting perjuangan dan saling menghargai karya orang lain. Lebih dari sekadar perlombaan, ajang ini menjadi momentum berharga untuk mempererat tali silaturahmi, ruang interaksi positif, komunikasi, serta kolaborasi yang edukatif dan menggembirakan antara sesama siswa, antar-kelas, hingga dengan bapak dan ibu guru di lingkungan SMAN 3 Panyabungan.
(Abdul hakim)





