GUNUNGSITOLI – Pekerjaan proyek pembangunan irigasi di kawasan perairan Afia, Dusun IV (Pekan Sifalima), Desa Lasara Sowu, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, dihentikan sementara oleh warga pada Rabu siang (29/7/2026).
Penghentian sementara aktivitas alat berat jenis excavator dilakukan karena warga mengaku tidak mengetahui asal-usul proyek tersebut. Mereka mempertanyakan sumber anggaran maupun instansi pelaksana lantaran di lokasi tidak ditemukan papan informasi proyek sebagaimana lazimnya pekerjaan konstruksi pemerintah.
Salah seorang warga, Pak Ziliwu, mengatakan masyarakat tidak pernah menerima pemberitahuan terkait dimulainya pekerjaan. Menurutnya, beredar informasi yang berbeda-beda mengenai asal proyek tersebut, ada yang menyebut berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sementara ada pula yang menyebut dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Gunungsitoli.
"Kami menduga ini proyek siluman karena tidak ada papan informasi proyek yang menjelaskan sumber anggaran maupun pelaksananya. Selain itu, tidak pernah ada pemberitahuan kepada masyarakat sebelum pekerjaan dimulai, baik dari instansi terkait maupun pihak kontraktor," ujar Pak Ziliwu kepada awak media.Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitas excavator yang membongkar saluran irigasi lama diduga menimbulkan getaran hingga menyebabkan dinding rumah warga mengalami keretakan.
Selain itu, warga juga mempertanyakan material bekas bongkaran irigasi yang disebut-sebut diangkut di rumah Reformasi Zega (Ama Domi) di Desa Gawu-Gawu Bo'uso. Tidak hanya itu, warga turut menduga excavator yang digunakan memakai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Meski demikian, Pak Ziliwu menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan. Menurutnya, warga justru telah lama mengusulkan pembangunan irigasi di kawasan perairan Afia demi mendukung kebutuhan pertanian.
"Kami bukan menghalangi pembangunan. Justru kami berharap proyek ini dilaksanakan dengan baik, sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Utara maupun Dinas PUTR Kota Gunungsitoli untuk memastikan asal proyek, sumber pendanaan, nilai anggaran, serta pihak pelaksana pekerjaan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, belum terlihat papan informasi proyek terpasang di sekitar area pekerjaan irigasi di perairan Afia.
(St. Lase)






