MANDAILING NATAL - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Medan Area (UMA) untuk membangkitkan kembali kejayaan komoditas pisang kepok di Bumi Gordang Sambilan. Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Action (MoA) di Aula Kantor Bupati, Komplek Perkantoran Payaloting, Selasa (28/04/2026).
Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah komprehensif yang mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari pembibitan di hulu hingga hilirisasi di hilir.
"Kerja sama ini adalah pintu kolaborasi untuk hilirisasi. Kami ingin petani didampingi dalam mengolah pisang menjadi tepung, keripik, sale, hingga pakan ternak agar nilai ekonomisnya bertambah. Saya instruksikan Dinas Pertanian dan seluruh OPD terkait untuk menjadikan ini program unggulan agar kita memiliki lompatan prestasi di tingkat regional maupun nasional," tegas Bupati Saipullah.Langkah menggandeng akademisi dari UMA didasari atas kondisi lapangan selama 20 tahun terakhir, di mana produktivitas pisang kepok di Madina menurun drastis akibat serangan hama dan penyakit. Melalui keahlian tim peneliti UMA, diharapkan ditemukan solusi ilmiah untuk mengembalikan kesehatan lahan dan kualitas bibit.
Mewakili Rektor UMA, Prof. Retno Astuti menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat. Target besarnya adalah mewujudkan pilot project Kawasan Agro Edupark berbasis pisang di Mandailing Natal.
"Kami berterima kasih atas dukungan penuh Pemkab Madina. Harapan kami, kesepahaman ini memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani di Madina," ujar Prof. Retno.
Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhandra Ritonga, menambahkan bahwa kerja sama ini akan diawali dengan penelitian laboratorium oleh tim ahli UMA, termasuk identifikasi tanah yang dipaparkan oleh Prof. Zulkarnain Lubis. Hasil penelitian tersebut akan menjadi landasan teknis dalam merealisasikan budidaya pisang kepok yang tahan penyakit dan memiliki nilai jual tinggi.
Dengan dukungan riset mendalam dan pendampingan berkelanjutan, Pemkab Madina optimis pisang kepok akan kembali menjadi komoditas unggulan daerah yang mampu mendongkrak ekonomi kerakyatan secara signifikan.
(Abdul hakim)





