Nias Selatan - Dugaan adanya perlakuan tidak adil dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Nias Selatan terhadap sejumlah wartawan kembali mencuat. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa setiap kali ada kegiatan resmi di lingkungan Kejari Nias Selatan, pihak terkait diduga hanya melibatkan oknum wartawan tertentu, sementara jurnalis lainnya justru diabaikan.
Ketua DPC Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Nias Selatan menyayangkan sikap tersebut. Ia menilai langkah Kejari Nias Selatan yang terkesan pilih-pilih wartawan tidak mencerminkan semangat keterbukaan informasi publik dan kemitraan yang sehat antara institusi penegak hukum dan insan pers.
“Kami sangat menyesalkan jika benar pihak Kejari Nias Selatan hanya melibatkan segelintir oknum wartawan tertentu setiap kali ada kegiatan. Seharusnya semua media diperlakukan sama, tanpa tebang pilih,” ujar Ketua DPC PJS Nias Selatan.
Ia menegaskan, wartawan memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, bukan sebagai pihak yang harus dikotak-kotakkan berdasarkan kedekatan atau kepentingan tertentu.
Sementara itu, sejumlah wartawan di Kabupaten Nias Selatan juga menyuarakan hal serupa. Salah satu perwakilan wartawan menilai bahwa tindakan oknum yang berusaha “cari muka” di Kejari Nias Selatan mungkin saja terjadi, namun tanggung jawab profesionalisme tetap berada di tangan institusi kejaksaan.
“Kalau ada oknum wartawan yang mau cari muka di Kejari, itu urusan pribadi mereka. Tapi yang perlu dilihat, sejauh mana pihak Kejaksaan Negeri Nias Selatan bersikap profesional terhadap semua wartawan di daerah ini,” tegasnya.
Kasus ini menjadi sorotan di kalangan jurnalis lokal yang menuntut adanya perlakuan adil dan transparan dari lembaga penegak hukum dalam menjalankan fungsi komunikasi publiknya.
(Ndruru)




