Rhomadan, tokoh pemuda Desa Pasar Masurai, menyatakan bahwa pemadaman listrik di wilayah mereka sudah terlalu sering terjadi dan tanpa kejelasan. Ia menilai PLN seolah abai terhadap hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan listrik yang stabil dan layak.
“Pemadaman seperti ini bukan sekali dua kali. Hampir setiap pekan pasti ada gangguan. Kadang mati seharian, kadang nyala cuma beberapa jam. Warga sudah sabar, tapi kesabaran ada batasnya,” tegas Rhomadan dengan nada kecewa, Sabtu (18/10).
Ia menuntut Manajer PLN Rayon Bangko, Aziz, untuk mengundurkan diri karena dianggap gagal mengatasi persoalan yang sudah berlarut-larut.
“Kalau seorang manajer tidak mampu memastikan pelayanan dasar seperti listrik tetap stabil, berarti dia gagal memimpin. Kami minta Aziz mundur dari jabatannya. Jangan biarkan masyarakat terus menderita akibat ketidakbecusan pengelolaan PLN di daerah ini,” lanjut Rhomadan.
Menurutnya, warga sudah cukup lama menahan diri, namun jika tidak ada perubahan nyata dalam waktu dekat, mereka siap mengambil langkah tegas.
“Kalau dalam beberapa hari ke depan tidak ada perbaikan dari PLN, kami akan turun aksi. Kami akan datangi langsung Kantor PLN Rayon Bangko untuk menyuarakan tuntutan masyarakat Lembah Masurai,” ancamnya.
Pemadaman yang terjadi sejak pagi hingga malam membuat aktivitas warga lumpuh total. Sejumlah pedagang terpaksa menutup usaha lebih awal, sementara ibu-ibu merasa terhambat dengan aktivitas rumah tangga, seperti memasak nasi, mencuci baju, dan menyetrika pakaian.
Hingga berita ini dipublikasikan, Manajer PLN Rayon Bangko, Aziz, belum berhasil dikonfirmasi terkait tuntutan warga dan alasan di balik padamnya listrik seharian di wilayah Lembah Masurai”,
(A. Yani)


