• Jelajahi

    Copyright © Lensasiber.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sports

    Oku Selatan

    Oknum Guru SMPN 2 Siduaori Diduga Lecehkan Siswi: Dunia Pendidikan Nias Selatan Tercoreng

    Lensasiber.com
    Sunday, October 19, 2025, 16:06 WIB Last Updated 2025-10-19T11:52:37Z

    Ket: Foto ilustrasi siswi
    Nias Selatan – Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah bejat seorang pendidik. Seorang oknum guru berinisial MT, pengajar di SMP Negeri 2 Siduaori, resmi dipolisikan ke Polres Nias Selatan atas dugaan pelecehan seksual terhadap siswinya sendiri, AZ (16). Laporan resmi kasus ini telah teregister dengan Nomor: STTLP/B/183/X/2025/SPKT/POLRES NIAS SELATAN/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 15 Oktober 2025.


    Kasus ini sontak mengguncang publik Nias Selatan, terutama kalangan orang tua murid, yang menilai peristiwa ini sebagai bukti lemahnya pengawasan moral di lingkungan sekolah.


    Modus Foto Berdua, Berujung Aksi Bejat

    Berdasarkan keterangan korban kepada media, peristiwa memilukan itu terjadi pada 28 Agustus 2025 di ruang kantor guru SMPN 2 Siduaori. Saat itu, korban dipanggil oleh rekannya, MH, atas perintah MT dengan alasan untuk membantu membuatkan kopi.


    “Setelah saya buatkan kopi, dia (MT) suruh saya duduk di sebelahnya. Dia ngajak foto bareng. Saya tolak, tapi dia maksa,” ujar AZ, Sabtu (18/10/2025).


    Namun, momen foto tersebut justru menjadi awal tindakan tak senonoh.
    “Dia pegang pundak saya, lalu langsung memeras dada saya dengan kuat. Saya kaget, lalu pukul tangannya dan langsung lari keluar,” lanjut AZ dengan suara bergetar.


    Keluarga Murka, Sekolah Dinilai Tutupi Kasus

    Keluarga korban, terutama FZ, kakek korban sekaligus pelapor, meluapkan kekecewaannya. Ia menilai pihak sekolah terkesan menutupi kasus dan bahkan berusaha melindungi pelaku.


    “Kami kecewa berat. Kepala sekolah malah bilang hal seperti itu biasa antara guru dan siswa. Ini jelas pelecehan, bukan candaan. Kami curiga ada upaya menutupi dan melindungi guru itu,” tegas FZ kepada wartawan.


    Ironisnya, pihak sekolah disebut sempat melakukan mediasi sepihak tanpa melibatkan keluarga korban.
    “Kami tidak pernah diundang, tiba-tiba mereka bilang masalah sudah damai. Itu kebohongan besar. Kami menuntut keadilan,” tambahnya geram.


    Pelaku Bungkam, Dinas Pendidikan Buka Suara

    Ketika dikonfirmasi Redaksi Lensasiber.com pada Minggu, 19 Oktober 2025, MT tidak memberikan tanggapan. Pesan WhatsApp yang dikirim hanya dibaca tanpa dibalas. Hal serupa juga terjadi saat wartawan mencoba konfirmasi melalui Pesan WhatsApp Kepala Sekolah SMPN 2 Siduaori, yang juga enggan memberikan keterangan.


    Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp pribadi memberikan tanggapan singkat.


    “Selamat sore pak, Yaahowu. Terkait dengan informasi di atas, saya baru mendengar hal itu saat ini. Karena sudah dilaporkan kepada pihak berwajib, biar terlapor mempertanggungjawabkannya. Terima kasih,” tulisnya.


    Harapan Keluarga: Tegakkan Hukum, Jangan Ada Perlindungan

    Keluarga korban mendesak aparat penegak hukum agar menangani kasus ini secara transparan dan tanpa kompromi.
    “Kami ingin hukum ditegakkan. Jangan sampai pelaku berkeliaran di sekolah, sementara anak kami trauma berat,” tegas FZ.


    Pendidikan di Titik Nadir Moral

    Kasus ini menambah daftar hitam dunia pendidikan di Kabupaten Nias Selatan. Sosok guru yang seharusnya menjadi panutan moral dan sumber ilmu, justru diduga menodai kehormatan siswi yang seharusnya ia lindungi.


    Masyarakat menuntut Polres Nias Selatan, Dinas Pendidikan, dan Bupati Nias Selatan untuk turun tangan memastikan proses hukum berjalan tanpa ada perlindungan terhadap pelaku.


    Karena di balik seragam guru yang seharusnya menjadi simbol pengetahuan dan keteladanan, tidak seharusnya tersembunyi tangan kotor yang menodai masa depan anak bangsa.


    (Tim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini