JAKARTA – Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, terus melakukan langkah strategis di ibu kota guna mempercepat pembangunan daerah. Terbaru, ia menggandeng tokoh nasional asal Madina sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Norwegia, Todung Mulya Lubis, untuk bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, April 2026.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor KKP tersebut membahas rencana pembentukan koperasi desa nelayan di wilayah Bumi Gordang Sambilan. Kehadiran Todung Mulya Lubis yang memiliki kedekatan dengan Menteri Trenggono turut memberikan dukungan moral dalam mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan nelayan pesisir Madina.
Selain itu, pembahasan juga mencakup rencana pembangunan infrastruktur penyangga di sepanjang garis pantai, khususnya bagi desa-desa yang memiliki armada kapal nelayan. Infrastruktur ini dinilai penting untuk menunjang aktivitas ekonomi nelayan agar lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke wilayah Batahan, Mandailing Natal. Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Madina untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan tim lapangan guna mempercepat kajian dan realisasi program.
“Pak Menteri KKP sudah menurunkan tim di Batahan dan bahkan meminta agar masa penugasan mereka diperpanjang untuk mendalami potensi yang ada,” ujar dr. Faisal, Kepala OPD yang turut mendampingi Bupati.
Bupati Saipullah Nasution menambahkan, sedikitnya terdapat lima wilayah potensial yang diusulkan sebagai lokasi pembentukan koperasi desa nelayan. Usulan tersebut akan segera ditinjau oleh pihak KKP sebelum masuk ke tahap realisasi.
“Kami berupaya maksimal agar nelayan memiliki wadah ekonomi yang kuat. Dengan koperasi dan dukungan infrastruktur yang memadai, kami berharap kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat,” ujarnya.
Kunjungan ke KKP ini merupakan bagian dari strategi “jemput bola” yang dilakukan Bupati Saipullah di Jakarta. Sebelumnya, ia juga telah mengunjungi sejumlah kementerian untuk memperjuangkan dana bagi hasil sawit, pembangunan jalan penghubung Madina–Palas, penguatan ekonomi alternatif melalui BNN, hingga rencana pembangunan gardu induk listrik di wilayah Natal.
(Abdul Hakim)




