Madina – Koperasi Korwasis (Koperasi Wartawan Siabu) resmi didirikan di wilayah Kabupaten Mandailing Natal pada Rabu, 11 Februari 2026. Pendirian koperasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesejahteraan anggota di tengah dinamika ekonomi yang semakin menantang.
Menghadapi perubahan kondisi ekonomKi saat ini, Korwasis Madina secara resmi mengumumkan peluncuran Koperasi Korwasis sebagai bentuk inovasi organisasi dalam meningkatkan kemandirian finansial anggotanya. Inisiatif ini bertujuan mengonsolidasikan kekuatan ekonomi anggota melalui model bisnis berbasis gotong royong yang didukung oleh sistem digital.
Berbeda dengan koperasi konvensional, Koperasi Korwasis mengintegrasikan sistem manajemen berbasis teknologi guna menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kemudahan akses layanan bagi seluruh anggota. Seluruh proses simpan pinjam hingga pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dirancang dapat diakses secara real-time melalui aplikasi seluler.
Selain itu, koperasi ini juga berperan sebagai wadah pemberdayaan unit usaha kreatif anggota. Tidak hanya berfokus pada layanan simpan pinjam, Koperasi Korwasis diharapkan mampu menjadi inkubator bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik anggota, sekaligus menerapkan prinsip ekonomi berkelanjutan melalui pemenuhan kebutuhan internal organisasi dari unit usaha yang dikelola koperasi.
Ketua Korwasis, Ringgo Siregar, menyampaikan bahwa pendirian koperasi ini merupakan bentuk nyata adaptasi organisasi terhadap perkembangan zaman. “Kami percaya bahwa inovasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga bagaimana kita mengorganisir diri. Melalui koperasi ini, kami ingin mengubah pola konsumtif menjadi produktif, di mana anggota tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai pemilik modal yang merasakan langsung manfaat pertumbuhan organisasi,” ujarnya.
Koperasi Wartawan Siabu (Korwasis) merupakan badan usaha yang dimiliki dan dikelola oleh anggota guna memenuhi kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya, khususnya pada tahun pertama operasionalnya di Kabupaten Mandailing Natal.
(Abdul Hakim)




